Berbincang dengan Tuhan

Mayoritas manusia di dunia ini mengalokasikan banyak sekali waktunya untuk mencari sebuah entitas yang bernama Tuhan. Jadi, sebenarnya siapakah Tuhan itu? atau apakah Tuhan itu?

Kalau berdasarkan perbincangan yang beredar disekitar gw selama ini, Tuhan itu adalah suatu entitas yang mengatur segala hal di dunia ini. Tetapi, kalau pengertian Tuhan seperti itu, maka Tuhan yang ada sekarang ini sangat lah kejam, karena masih banyak sekali hal – hal buruk terjadi di dunia ini.

Dalam perjalanan hidup gw selama 27 tahun di dunia ini, sudah terjadi beberapa phase perubahan spiritualitas pada diri gw.

Phase yang pertama adalah gw mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tua gw. Agama orang tua gw adalah Budha, namun realitas nya dalam menjalani kehidupan spiritual, orang tua gw tidak terbatas dalam agama Budha. Terkadang bercampur antara beberapa aspek seperti agama Budha, kebudayaan Tiong Hoa, kejawen, agama Islam. dan sebagainya.

Phase ini menjadi dasar kehidupan spiritualitas gw sampai saat ini. Walaupun, terdengar sangat berantakan tetapi apa yang dilakukan orang tua gw tidak ada yang salah. Lo akan mengerti setelah lo membaca blog post gw kali ini sampai habis.

Phase yang kedua adalah gw mengikuti apa yang diajarkan oleh sekolah gw. Dari TK sampai SMA gw masuk ke sekolah yang memiliki agama Katolik sebagai dasar nya. Oleh karena itu, gw lebih tahu tentang agama Katolik dibandingkan dengan agama yang tertera di KTP gw.

Pada phase ini gw belajar banyak tentang sebuah agama. Terutama tentang pemimpin agama yang ada di dunia ini merupakan manusia juga, tidak luput dari kesalahan dan masih memiliki sifat dasar manusia.

Phase berikut nya adalah gw memilih untuk menjadi ateis. Gw tidak mengikuti agama manapun dan gw tidak percaya dengan yang namanya Tuhan.

Pada phase ini gw seakan melakukan perang dengan Tuhan. Setiap kali gw mengunjungi tempat ibadah dan mengikuti kebaktian, entah itu gereja, wihara, ataupun masjid. Pasti gw akan tertawa setiap kali si pemberi khotbah mulai berbicara tentang Tuhan.

Namun, pada phase ini seperti ada yang kurang dalam kehidupan gw. Maklum, sifat dasar manusia yang masih membutuhkan sebuah panduan untuk melaksanakan hidupnya. Gw mulai mencari – cari apa yang bisa menjadi panduan dalam hidup gw, mulai dari melakukan meditasi, membaca semua norma – norma yang ada di dunia, dan sebagai nya.

Setelah itu memasuki phase yang terakhir dimana akhirnya gw kembali menemukan “Tuhan”. Kenapa “Tuhan”? Karena yang gw temukan tidak seperti Tuhan pada umumnya. Jika diberikan label maka kondisi spiritual gw saat ini gw berikan nama “Agnostik”.

Gw percaya kalau suatu entitas yang lebih besar di dunia ini itu ada. Tetapi, entitas tersebut tidak mengawang – ngawang dan tidak dapat tersentuh atau diraih. Entitas yang gw sebut Tuhan itu ada di dalam diri kita masing – masing. Seperti yang diajarkan oleh Syekh Siti Jennar, yaitu “Manunggaling Kawula Gusti”.

Patokan spiritual yang gw gunakan saat ini lebih kepada apa yang gw lakukan ke orang lain jika dikembalikan ke gw apakah gw mau? Contoh : Jika gw menjahati orang lain, apakah gw mau dijahati orang lain? Patokan yang sangat sempurna buat gw, tidak dibatasi agama, budaya, norma – norma. Tetapi lebih kepada hati nurani.

Patokan ini juga menghilangkan sifat antagonis dari Tuhan, jika kita mengikuti pengertian yang banyak beredar. Pada dasarnya Tuhan itu tidak pernah jahat. Tuhan memberikan pilihan dan tidak menentukan pilihan.

Jadi, pada bagian mana gw berbincang dengan Tuhan? Perbicangan tersebut tidak gw tuliskan pada blog post gw kali ini. Karena banyak bagian – bagian yang tidak akan kalian mengerti walaupun gw tuliskan dengan detail. Perjalanan spiritualitas setiap orang akan berbeda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: