Judul blog post gue kali ini benar – benar mencerminkan apa yang akan tertulis didalamnya. Gue akan membahas tentang sanitary napkin, tampon, dan menstrual cup. Benda – benda yang biasanya dipakai oleh para wanita disaat datang bulan atau feminine hygiene product. Nah pasti nama – nama diatas terdengar asing, karena orang indonesia mayoritas cuma tau pembalut atau softex, yang merupakan salah satu brand dari sanitary napkin. Mood gue untuk menulis tentang hal ini muncul ketika gue melihat salah satu teman gue membaca artikel tentang menstrual cup di salah satu jejaring sosial, timbul lah pertanyaan apa kelebihan dan kekurangan dari masing – masing produk tersebut. Intinya gue bakal menjelaskan masing – masing produk secara general yang bakal gue tambahkan dengan opini gue sendiri.
Gue mulai dari produk yang paling umum dan paling banyak digunakan oleh orang – orang Indonesia, yaitu sanitary napkin / pembalut.Yang merupakan sebuah yang memiliki kemampuan untuk menyerap cairan yang digunakan oleh wanita pada saat mereka sedang menstruasi, yang merupakan fungsi pada umumnya. Atau setelah melakukan operasi yang menyebabkan kondisi serupa seperti menstruasi.
Untuk penggunaannya sendiri pembalut ditempelkan pada celana dalam / lingerie wanita tepat pada daerah yang bersentuhan dengan vulva. Pembalut tidak perlu dimasukkan kedalam vagina seperti tampon dan menstrual cup dan paling mudah dalam penggunaannya.
Pembalut ini memiliki beberapa jenis, yaitu :
- panty liner : dirancang untuk penggunaan sehari – hari, untuk flow ringan.
- ultra-thin : pembalut yang sangat tipis, yang memiliki kemampuan menyerap serupa dengan yang reguler / maxi hanya saja jauh lebih tipis.
- regular : untuk flow reguler.
- maxi / super : pembalut yang lebih besar dan dapat menampung lebih banyak, digunakan pada saat flow sangat – sangat berat.
- nocturnal : pembalut yang lebih panjang agar aman digunakan untuk tidur.
- maternity : digunakan setelah melahirkan, sedikit lebih besar dari maxi.
Bentuk, ukuran, dan kemampuan menyerapnya dapat sangat berbeda bergantung dari pembuatnya. Dan masih ada variasi lain, seperti : pembalut dengan sayap atau dengan deodorant.
Lanjut ke produk berikutnya yaitu tampon. Yang merupakan gulungan katun atau bahan sintetis atau gabungan dari keduanya yang dimasukkan kedalam tubuh melalui luka atau lubang untuk menyerap cairan. Pada umumnya digunakan sehari – hari, pada kasus ini Amerika, dan dirancang untuk dimasukkan ke vagina pada saat menstruasi.
Cara penggunaan tampon adalah dengan memasukkannya secara langsung kedalam vagina. Karena alasan inilah banyak orang Indonesia yang menghindari atau tidak mengetahui mengenai tampon. Dan karena alasan harus dimasukkan ke dalam vagina berarti dapat menyebabkan kerobekan pada selaput darah / hymen, yang menandakan keperawanan seorang wanita. Pada kenyataannya hal itu sangat jarang terjadi, sekitar 2% dari seluruh pengguna tampon, karena hymen / selaput darah sangat fleksibel dan memiliki lubang ditengahnya yang memungkinkan darah pada saat menstruasi dapat keluar. Tapi gue sendiri menyarankan agar berhati – hati menggunakan tampon karena resiko robeknya selaput darah / hymen tetap ada.
Berikut ini adalah type – type selaput darah yang ada. Berdasarkan type – type tersebut ada yang dapat robek jika menggunakan tampon.
hanya yang memiliki lobang yang cukup besar dapat menggunakan tampon
Untuk beberapa kasus ada orang yang setelah menggunakan tampon akan seperti ada yang mengganjal diantara kaki karena tidak biasa. Dan orang yang telah berhubungan seksual akan lebih terbiasa menggunakan tampon. Dan untuk penggunaannya perlu pembiasaan diri agar dapat memasukkan dengan mudah. Tampon sendiri memiliki kelebihan dibandingkan pembalut, yaitu pada saat menstruasi kalian tetap dapat berolahraga bahkan berenang.
Hampir semua tampon memiliki bentuk yang serupa yang membedakannya adalah tingkat penyerapannya, bagaimana cara dia mengembang, dan ada atau tidaknya applicator, alat yang digunakan untuk membantu memasukkan tampon kedalam vagina. Kalo tingkat penyerapan tidak jauh berbeda dengan pembalut ada regular, heavy, dan ultra. Setelah tampon menyerap cairan dia akan mengembang, dan mengembangkan dibagi menjadi 2 type yaitu bertambah panjangnya dan bertambah diameternya. Sedangkan applicator berguna bagi orang yang kesulitan untuk memasukkan tampon, jika sudah mahir terdapat tampon yang tidak disertai applicator.
Dan untuk yang terakhir adalah menstrual cup, produk yang paling jarang digunakan atau bahkan tidak digunakan oleh orang indonesia. Yang merupakan sebuah cup / cangkir / mangkok atau barrier / penahan yang mengumpulkan cairan yang dihasilkan pada saat menstruasi. Biasanya terbuat dari latex atau silikon.
Walaupun produk ini dikatakan paling sehat, tidak menyebabkan infeksi, eco-friendly. Gue tidak menyarankan kalian yang masih memiliki selaput darah untuk menggunakan benda ini. Karena benda ini memiliki panjang sekitar 6 cm dan diameter sekitar 4 – 6 cm dan sudah pasti benda ini akan merobek selaput darah. Karena di Indonesia selaput darah menandakan keperawanan dan orang – orang di Indonesia sangat menjunjung tinggi keperawanan.















